Contoh negosiasi dalam wirausaha?
Wirausaha
Siddharthaulia2263
Pertanyaan
Contoh negosiasi dalam wirausaha?
2 Jawaban
-
1. Jawaban gemintangaa
seseorang yang akan membeli suatu barang tetapi mengalami tawar menawar terlebih dahulu untuk mencapai suatu kesepakatan bersama -
2. Jawaban ezazulfih
Orientasi :
Penjual : “Selamat datang, silahkan duduk.”
Pembeli : “Terima kasih.”
Penjual : “Ada yang bisa saya bantu?”
Permintaan :
Pembeli : “Saya ingin beli laptop.”
Penjual : “Ingin laptop merk apa mbak?”
Pembeli : “Yang bagus itu merek apa mbak ?”
Penjual : “Begini mbak, kalau masalah bagus tidaknya itu relatif mbak. Semua merek ada kelebihan dan juga ada kekurangannya.”
Pembeli : “Ohh, begitu.”
Penjual : “Tetapi sekarang yang paling laris itu Acer mbak.”
Pembeli : “Saya boleh lihat yang Acer?”
Pemenuhan :
Penjual : “Iya, sebentar saya ambilkan dahulu.”
Pembeli : “Iya.”
Penjual : “Ini mbak, silahkan di coba dahulu.”
Pembeli : “Fasilitasnya apa saja mbak ?”
Pembeli : “Ada wifi, bluetooth, memory 2 GB, monitor 14” dan masih banyak lagi.”
Pembeli : “Warnanya ini hanya hitam saja mbak?”
Penjual : “Kalau ini ada warna coklat, putih, merah, sama hitam ini mbak.”
Pembeli : “Saya mau lihat yang merah mbak, soalnya saya suka warna merah.”
Penjual : “Maaf mbak, yang warna merah lagi habis stoknya, mungkin besok datangnya.”
Pembeli : “Kalau sekarang adanya warna apa saja mbak ?”
Penjual : “Kita punya warna coklat sama hitam.”
Pembeli : “Saya lihat yang coklat dulu mbak.”
Penjual : “Iya, saya ambilkan dulu.”
Pembeli : “Iya.”
Penjual : “Ini mbak, silahkan.”
Pembeli : “hitam sama coklat bagus mana mbak?”
Penjual : “Tergantung selera mbak, kalau hitam itu sudah biasa, tapi kalau coklat itu jarang orang punya.”
Pembeli : “Saya pilih hitam saja mbak.”
Penjual : “Oh iya.”
Penawaran :
Pembeli : “Harganya berapa mbak?”
Penjual : “Kalau yang ini harganya Rp 4.000.000,00.”
Pembeli : “Tidak ada diskon mbak?”
Penjual : “Kebetulan kita lagi ada promo untuk merek Acer ada spesial diskon 5%, jadi harganya tinggal Rp 3.800.000,00.”
Pembeli : “Tidak bisa turun lagi mbak?”
Penjual : “Tidak bisa mbak. Ini bisa di kredit mbak, angsuran 8 X dalam 5 bulan.”
Pembeli : “Rp 3.500.000,00 gimana mbak?, cash.”
Penjual : “Di tambahin lagi mbak!”
Pembeli : “Saya tambahin Rp 50.000,00 gimana?”
Penjual : “Tetap tidak bisa mbak, begini saja saya kasih Rp 3.700.000,00, itu sudah turun banyak lho mbak.”
Pembeli : “Gak bisa ditambahin lagi mbak diskonnya?”
Penjual : “Gak bisa mbak, nanti kalau ditambahin terus bos saya marah mbak, ini bukan punya saya kalau punya saya, saya kasih mbak segitu.”
Persetujuan :
Pembeli : “Ya sudah saya setuju Rp 3.700.000,00.”
Penjual : “Saya buatkan notanya dulu mbak.”
Pembeli : “Iya.”
Pembelian :
Penjual : “Ini notanya mbak,silahkan tanda tangan disini. Ini juga ada garansinya 1 tahun, jadi kalau ada masalah dengan laptopnya bawa saja kesini.”
Pembeli : “Oh iya, ini uangnya.”
Penutup :
Penjual : “Terima kasih. Ini mau diantarkan kerumah atau dibawa langsung?”
Pembeli : “Saya bawa langsung saja mbak.”
Penjual : “Oh iya.”
Pembeli : “Selamat siang.”
Penjual : “Selamat siang.”