buatlah drama pemilihan ketua osis singkat 3 orang
B. Indonesia
jamal888bonep5ze0f
Pertanyaan
buatlah drama pemilihan ketua osis singkat 3 orang
1 Jawaban
-
1. Jawaban Afriilia
Pemilihan ketua osis
Ada dua orang siswa yang kaya raya, dan dua orang siswa yang miskin mereka bersekolah di SMP 160 Jakarta. Yang kaya raya bernama Novia dan Syifa sedangkan yang miskin bernama Shalma dan Sulis.
Syifa masuk kelas dengan sika angkuh dan anggun. Pandanganya meremehkan orang lain. Shalma Masuk dari arah belakang Syifa. Tampilannya Tidak Seanggun Syifa.
Syifa: (Mermperhatikan fisik Shalma dengan sinis dan jijk) Dandananmu dari kemarin itu itu terus
Shalma: Ada yang salah
Syifa: Ada yang salah, ada yang salah? Ya jelas saja dong. Lihat bawaanku. HP aja tiga. Sekolah aja pakai mobil mewah. Sepatu merk Rusia
Shalma: (Terdiam)
Syifa: ( meninggalkan Shalma dan duduk di kursinya
Ibu Nina: (Masuk Diikuti Shalma. Shalma Duduk Di kursi. Sedangkan guru menuju mejanya dengan wajah muram dan tergesa-gesa. Setelah meletakkan semua peralatan mengajar, Ia duduk di kursi) Maaf Anak-anak, Saya terlambat
Syifa: Ga apa-apa, Bu. Kita sendiri baru saja datang
Ibu Nina: Baiklah, kita sekarang belajar menulis notulen diskusi
Semua siswa gaduh kecuali Shalma Dan Sulis
Syifa: aduuuh,Bu. Susah, Belajar yang lain saja
Ibu Nina: Kok kamu mengatur saya?
Syifa: Bukannya gitu Bu, ngapain belajar notulen, kalo hasil diskusi hanya jadi wacana
Ibu Nina: Nero! Memangnya kamu ga mau dapat nilai? Memangnya kamu ga mau dapat ijazah?
Novia: Kita kita sih berpikir realistis. Buat apa belajar Bahasa Indonesia atau Matematika kalau kita tidak tahu kenapa kita harus belajar Bahasa Indonesia atau Matematika. Buat apa belajar PKN atau Ekonomi Kalau kita ga mau jadi pedagang jujur yang miskin. Saya sih maunya belajar music atau modelin,Bu. Itu Baru berguna
Ibu Nina: (marah) lalu buat apa kau jadi musisi kalau bahasamu masih tidak sopan?
Syifa: alaaah … Ibu gak gaul
Ibu Nina: (menggebrak meja dan berdiri dengan wajah marah besar) kenapa kalian tidak bisa diajak pintar? Diajak benar? Kalian piker saya tidak capek ngajar kelian? Gaji saya sebagai guru swasta ini tidak cukup untuk makan saya sendiri. Di rumah, saya ada masalah. Kalian tambah lagi disini. Nero ! kamu saya Skorsing selama 6 bulan
Keluar
Novia: (Berteriak ke arah guru) Buat apa sekolah benar kalo Cuma dapet selembar ijazah? Berhasil atay gak-nya orang. Ga diliat dari angka 8 di nilai Ujian Nasional/ Eh dengar semua! Apa ada jaminan lulus ujian Nasional. Kita pasti jadi berhasil dan berbudi?
Shalma: yang lulus aja Belum tentu jadi orang sukses dan berbudi, apa lagi ga lulus !
Syifa: Nanya balik lagi lo! Kalo setiap pertanyaan dibalas dengan pertanyaan, kapan kita tahu jawabanya? Kalian akan lihat nanti kalau duit juga yang pegang kendali !
Shalma: Tapi Kalo semua orang bego semua kayak kamu, bentar lagi ada majikan bergelas pembantu !
Syifa: (Berdiri dan membalas ucapan shalma) Sialan Lo
Syifa pun menghampiri shalma karena kesal dan hendak memukul shalma tetapi di tepis oleh sulis
Ibu Nina: (masuk dengan wajah serius) Silahkan masuk pak!
Pak wara: (masuk dan Duduk dihadapan guru) saya dating kemari memenuhi panggilan ibu, ada apa yah bu?
Ibu Nina: Saya memanggil bapak menemui saya, berhubungan dengan anak bapak syifa dan novia banyak melanggar peraturan. Terakhir kali, dia berkelahi dengan Shalma. Perkelahian antar genk
Pak wara: Oh Soal itu. Kita lupakan saja
Ibu Nina: asal bapak tahu beban kami sudah berat. Ditambah perilaku buruk siswa. Seharusnya orang tua memberikan teguran yang tegas pada siswa. Barangkali siswa bisa berubah
Pak wara: sudahlah, Bu, namanya juga masih remaja. Kalau ibu menganggap ini berat, kan malah menambah masalah pribadi ibu, kan?
Ibu Nina: Tak bisa smudah itu, Pak. Syifa dan Novia sudah banyak melanggar pelanggaran
Pak wara: kalau boleh saya tahu beban apa yang ibu maksud? Barangkali saya bisa meringankan
Ibu nina: bapak tahu sendirilah bagaimana nasib guru seperti saya. Gaji tak cukup, tapi pengeluaran banyak. Tidak cukup,pak
Pak